7 Fakta Unik Ruru: Burung Hantu Selandia Baru yang Bersuara ‘Morepork’

Fakta Unik Ruru: Burung Hantu Selandia Baru yang Bersuara 'Morepork'

Ruru (atau dikenal juga sebagai morepork) adalah salah satu spesies burung hantu yang unik dan hanya bisa kamu temukan di Selandia Baru.

Nama ilmiahnya adalah Ninox novaeseelandiae dan mereka termasuk dalam keluarga Strigidae, alias keluarga burung hantu sejati.

Ukuran tubuhnya cukup mungil untuk ukuran burung hantu, yaitu:

  • Panjang: 26–29 cm
  • Berat: 140–216 gram

Warnanya didominasi cokelat gelap dengan bintik pucat, bagian perut lebih cerah, kaki berwarna kuning-oranye, dan cakar berwarna kehitaman.

Dulu, ruru sempat disamakan dengan Australian boobook, namun sejak tahun 1999, keduanya dipisahkan menjadi spesies yang berbeda.

1. Burung Hantu Endemik Selandia Baru

Ruru adalah burung endemik Selandia Baru, artinya kamu nggak akan menemukannya secara alami di negara lain! Mereka hidup di:

  • Hutan-hutan asli dan eksotik
  • Area terbuka dengan vegetasi yang cocok
  • Kadang terlihat di bangunan tua yang ditinggalkan

Mereka lebih sulit ditemukan di wilayah timur South Island karena kondisi habitat yang terlalu kering. Tapi secara umum, mereka menyukai tempat bertengger yang gelap, sejuk, dan rindang.

2. Makanan Tak Tercerna Dibuang Jadi Pelet

Sebagai pemburu malam, ruru memakan berbagai hewan kecil seperti:

  • Serangga besar (weta, jangkrik, ngengat, kumbang)
  • Burung kecil
  • Mamalia kecil

Yang keren, bagian makanan yang tak tercerna – seperti bulu dan tulang – tidak masuk ke sistem pencernaan. Mereka justru mengeluarkannya lewat mulut dalam bentuk pelet.

Baca Juga:  7 Fakta Menarik tentang Kucing Hitam yang Sering Dianggap Pembawa Sial

Jadi kalau kamu nemu gumpalan kecil mirip rambut kucing di hutan Selandia Baru, bisa jadi itu hasil “muntahan” ruru!

3. Terbang Tanpa Suara? Ruru Ahlinya!

Salah satu kekuatan ruru adalah kemampuan terbang tanpa suara. Bulu halus di sayap mereka punya fungsi:

  • Meredam gesekan udara
  • Mengurangi turbulensi
  • Membuat penerbangan hampir tak terdengar

Melansir Wingspan National Bird of Prey Centre, ruru lebih suka meluncur dibanding mengepak terus-menerus, sehingga gerakannya makin senyap.

Bayangin, mangsa nggak bakal sadar kalau mereka sedang disergap!

4. Bisa Menangkap Mangsa dalam Gelap Total!

Fakta Unik Ruru: Bisa Menangkap Mangsa dalam Gelap Total!

Selain penglihatan yang bagus, ruru punya telinga super canggih. Bentuk telinganya yang tidak simetris memungkinkan mereka:

  • Menentukan arah datangnya suara
  • Menghitung jarak mangsa hanya dari bunyinya
  • Berburu bahkan di gelap total tanpa cahaya sama sekali

Jadi, meskipun malam sedang pekat-pekatnya, ruru tetap bisa mencari makan. Canggih banget, kan?

5. Setia dan Penuh Kasih Sayang

Ruru adalah hewan monogami, artinya mereka setia pada satu pasangan. Musim kawinnya terjadi antara September hingga Februari, dan mereka biasanya bersarang:

  • Di lubang pohon besar
  • Kadang di celah bangunan tua

Betina akan bertelur 2–3 butir, dan mengeraminya selama sekitar 30 hari. Setelah menetas, anak ruru berwarna putih keabu-abuan, dan dibesarkan bersama-sama oleh kedua induknya.

Anak-anaknya sudah bisa terbang saat usia 5 minggu, tapi masih menetap dengan orang tuanya sampai beberapa waktu.

6. Punya Makna Mendalam dalam Budaya Maori

Dalam budaya suku Maori, ruru bukan sekadar burung hantu. Mereka dipercaya sebagai penjaga dunia roh dan dianggap sebagai simbol:

  • Perlindungan
  • Kebijaksanaan
  • Peringatan akan perubahan

Suara ruru yang khas – mirip “more-pork” atau “ruru” – dianggap sebagai pertanda baik jika terdengar lembut.

Baca Juga:  5 Fakta Singa Betina: Sang Ratu Sabana yang Tangguh, Kompak, dan Super Keibuan

Tapi jika suara mereka melengking dan tajam, suku Maori menganggapnya sebagai tanda kabar buruk.

Ruru menjadi bagian dari cerita rakyat, lagu pengantar tidur, hingga simbol dalam ukiran dan seni tradisional Selandia Baru.

7. Status Konservasi: Masih Aman, Tapi Perlu Dijaga

Saat ini, ruru adalah satu-satunya spesies burung hantu asli yang tersisa di Selandia Baru. Untungnya, menurut IUCN, populasi mereka masih tergolong stabil dan diklasifikasikan sebagai Least Concern.

Namun, mereka tetap menghadapi ancaman seperti:

  • Kerusakan habitat
  • Predator asing seperti kucing dan musang
  • Perubahan iklim

Karena itulah, berbagai organisasi lokal terus melakukan edukasi dan konservasi untuk menjaga populasi ruru tetap sehat dan lestari.

Ruru bukan sekadar burung hantu kecil nan lucu. Mereka adalah penjaga malam hutan-hutan Selandia Baru, dengan kemampuan luar biasa seperti:

  • Terbang dalam senyap
  • Menangkap mangsa dalam gelap
  • Setia pada pasangan seumur hidup

Ditambah lagi, ruru punya makna spiritual yang dalam dalam budaya lokal, menjadikannya sebagai simbol yang tak tergantikan dalam ekosistem dan kebudayaan Selandia Baru.

FAQ Tentang Ruru

Q: Apakah ruru hanya hidup di Selandia Baru?
A: Ya. Ruru adalah burung hantu endemik yang hanya ditemukan secara alami di Selandia Baru.

Q: Apa suara ruru benar-benar terdengar seperti “more-pork”?
A: Ya! Suara khas inilah yang jadi alasan kenapa mereka juga dikenal dengan nama morepork.

Q: Apakah ruru berbahaya?
A: Tidak. Mereka pemalu dan lebih suka menghindari manusia.

Share it:

Related Articles