Di dunia burung laut, razorbill (Alca torda) menjadi salah satu spesies yang unik dan menarik perhatian. Penampilannya yang simpel dengan perpaduan warna hitam dan putih membuatnya tampil elegan, minimalis, namun tetap mencolok di antara burung-burung laut lainnya.
Di balik tampilannya yang sederhana, burung ini menyimpan banyak fakta menarik, mulai dari kesetiaannya dalam hubungan, keahlian menyelam, hingga perannya dalam ekosistem laut Atlantik.
Berikut adalah ulasan tentang razorbill, burung laut yang cerdas, sosial, dan penuh karakter:
1. Satu-satunya Anggota Genus Alca yang Masih Hidup
Razorbill merupakan burung laut yang tergolong dalam famili Alcidae, yang juga mencakup puffin dan murre. Namun, secara khusus, razorbill adalah satu-satunya spesies yang masih hidup dalam genus Alca.
Kerabat dekatnya, yaitu great auk (Pinguinus impennis), dinyatakan punah pada abad ke-19 karena perburuan berlebihan.
Dengan punahnya great auk, razorbill kini menjadi satu-satunya wakil genusnya yang masih bertahan, menjadikannya penting secara konservasi dan taksonomi.
2. Penampilan Monokrom yang Sekilas Mirip Penguin
Razorbill dikenal karena penampilannya yang minimalis dan kontras. Warna tubuhnya terdiri dari:
- Hitam legam di bagian kepala, punggung, ekor, dan bagian atas sayap.
- Putih bersih di bagian dada, perut, dan pangkal ekor.
- Ciri khas: garis putih tipis yang memanjang dari mata ke ujung paruh.
Dari kejauhan, koloni razorbill yang sedang berdiri atau berjalan sering disangka penguin. Namun, berbeda dari penguin, razorbill bisa terbang dengan kecepatan tinggi dan bermigrasi jauh.
3. Habitat dan Persebaran di Perairan Dingin
Razorbill hidup di perairan sub-Arktik dan boreal di belahan bumi utara, terutama sepanjang Samudra Atlantik bagian utara.
Mereka menghuni tebing laut, pulau-pulau kecil, dan daerah pesisir berbatu.
Persebaran utama:
- Islandia (menjadi rumah bagi sekitar 60–70% populasi global)
- Eropa Barat (termasuk Norwegia, Inggris, dan Prancis)
- Amerika Utara bagian timur (Kanada, Greenland, hingga pantai timur AS)
Mereka berkembang biak di daratan berbatu selama musim panas, kemudian menghabiskan musim dingin sepenuhnya di laut, jauh dari pantai.
4. Setia Sepanjang Hidup: Monogami yang Konsisten

Salah satu perilaku paling menarik dari razorbill adalah sifatnya yang setia pada satu pasangan seumur hidup.
Ketika musim kawin tiba, burung jantan akan memamerkan kemampuannya dalam menarik perhatian betina.
Yang lebih menarik lagi, pasangan yang sudah terbentuk akan memperkuat ikatan setiap tahun dengan melakukan “ritual rayuan ulang”.
Mereka juga membesarkan anak-anaknya bersama dan bergantian dalam mencari makan. Hal ini menjadikan razorbill sebagai simbol kesetiaan dan kemitraan alami.
5. Hidup dalam Koloni dan Aktif Secara Sosial
Razorbill adalah burung sosial yang hidup dalam koloni besar saat musim kawin. Koloni ini biasanya berada di tebing-tebing tinggi yang menghadap laut.
Saat tidak sedang berkembang biak, razorbill akan membentuk kawanan di laut. Mereka dikenal sangat komunal, sering terlihat terbang, berenang, atau menyelam bersama dalam kelompok kecil hingga sedang.
Sifat sosial mereka juga memainkan peran penting dalam pertahanan terhadap predator dan efisiensi mencari makan.
6. Ahli Menyelam untuk Berburu Makanan
Sebagai burung karnivora, razorbill mengandalkan kemampuannya menyelam untuk menangkap mangsa di bawah permukaan laut.
Fakta menyelam razorbill:
- Dapat menyelam hingga 120 meter, walau biasanya hanya sampai kedalaman 20–25 meter.
- Menggunakan sayapnya untuk “terbang” di bawah air, mirip seperti penguin.
- Menghabiskan sekitar 44% waktunya untuk mencari makan di laut.
Makanan utama razorbill terdiri dari ikan kecil (seperti capelin, herring, sand lance), serta beberapa jenis krustasea.
7. Ancaman dan Status Konservasi
Menurut IUCN Red List, razorbill tergolong dalam status Least Concern (Risiko Rendah). Namun, beberapa ancaman serius tetap mengintai kelangsungan populasinya.
Ancaman utama:
- Perubahan iklim yang memengaruhi distribusi ikan mangsa.
- Penangkapan ikan berlebihan di daerah tempat mereka mencari makan.
- Tumpahan minyak dan polusi laut.
- Gangguan manusia di habitat berkembang biak.
Beberapa wilayah pesisir juga menghadapi tantangan karena pembangunan, pariwisata, dan aktivitas industri.
8. Kontribusi Ekologis dan Pentingnya Konservasi
Razorbill bukan hanya menarik dari segi penampilan dan perilaku, tapi juga memiliki peran penting dalam ekosistem laut.
Kontribusi ekosistem:
- Mengontrol populasi ikan kecil dan plankton.
- Menjadi indikator kesehatan laut – populasi mereka mencerminkan kualitas lingkungan perairan.
Konservasi razorbill penting tidak hanya untuk menjaga keanekaragaman burung laut, tapi juga untuk memastikan keseimbangan rantai makanan laut tetap terjaga.
Razorbill adalah contoh sempurna dari keindahan yang tersembunyi di balik kesederhanaan.
Dengan tampilan hitam-putih yang elegan, kesetiaannya pada pasangan, serta keahliannya dalam menyelam, burung ini menjadi inspirasi dan perhatian para peneliti, pengamat burung, dan pecinta alam.
Sebagai satu-satunya anggota genus Alca yang masih hidup, razorbill menjadi warisan hidup dari sejarah evolusi burung laut, yang keberadaannya harus kita jaga bersama.
Menjaga razorbill adalah menjaga keindahan minimalis dari langit dan laut yang masih alami.











