10 Fakta Unik Tentang Gyeongju, Kota di Korea yang Berjuluk “Museum Tak Berdinding”

Fakta Unik Tentang Gyeongju, Kota di Korea yang Berjuluk Museum Tak Berdinding”
Foto: Naufal Shidqi/Pexels

Jelajahi berbagai fakta unik tentang Gyeongju, kota di Korea yang dikenal sebagai ‘Museum Tak Berdinding’ karena kekayaan sejarah dan budayanya yang memukau.

Gyeongju, sebuah kota di Korea Selatan yang sering disebut sebagai “Museum Tak Berdinding,” adalah tempat yang kaya akan sejarah dan budaya.

Sebagai ibu kota dari Kerajaan Silla yang berkuasa lebih dari seribu tahun, Gyeongju memiliki banyak situs bersejarah yang menjadikannya salah satu destinasi paling menarik bagi para pecinta sejarah dan wisatawan dari seluruh dunia.

Berikut ini adalah 10 fakta menarik tentang Gyeongju yang akan membuat Anda semakin ingin mengunjunginya.

1. Seorabol: Nama Awal Gyeongju

Gyeongju awalnya dikenal dengan nama Seorabol, yang dalam bahasa Korea berarti “kota suci tempat terbitnya matahari.” Nama ini mencerminkan pentingnya Gyeongju sebagai pusat kekuasaan dan spiritualitas selama masa Kerajaan Silla.

Seorabol dianggap sebagai tempat yang suci dan agung, di mana raja-raja Silla memerintah dan mengembangkan peradaban yang maju.

Kota ini dikenal karena keindahannya dan posisinya yang strategis, menjadikannya pusat politik, ekonomi, dan budaya selama lebih dari seribu tahun.

Nama Seorabol kemudian diganti menjadi Gyeongju setelah keruntuhan Kerajaan Silla, tetapi warisan sejarah dan kebudayaan dari masa tersebut masih sangat terasa di kota ini hingga hari ini.

2. Geomseong: Kota Penghasil Emas

Geomseong Kota Penghasil Emas
Foto: Nabin Mewahang/Pixabay

Selain dikenal sebagai Seorabol, Gyeongju juga disebut sebagai Geomseong, yang berarti “kota penghasil emas.” Nama ini tidak berlebihan, karena pada masa lalu, Gyeongju adalah salah satu pusat produksi emas terbesar di Korea.

Emas dari Gyeongju digunakan untuk membuat perhiasan, mahkota, dan berbagai artefak berharga yang menjadi lambang kekayaan dan kekuasaan Kerajaan Silla.

Baca Juga:  10 Fakta Menarik Kota Ushuaia, Destinasi Ekstrem di Pintu Gerbang Antartika

Banyak dari artefak emas ini ditemukan dalam penggalian arkeologi di sekitar Gyeongju dan kini dipamerkan di berbagai museum, termasuk Museum Nasional Gyeongju.

Karya seni dan kerajinan dari emas yang ditemukan di Gyeongju menunjukkan tingkat keahlian dan seni yang tinggi yang dimiliki oleh para pengrajin Silla.

3. Pusat Studi Agama Buddha

Pada masa kejayaannya, Gyeongju menjadi pusat studi agama Buddha dan sering dikunjungi oleh biksu serta cendekiawan dari seluruh Asia. Agama Buddha diperkenalkan ke Silla pada abad ke-6 dan dengan cepat menjadi agama dominan di kerajaan tersebut.

Gyeongju, sebagai ibu kota Silla, menjadi pusat penyebaran ajaran Buddha, dan banyak biksu terkenal yang datang ke sini untuk belajar dan mengajar.

Pengaruh agama Buddha masih sangat kuat di Gyeongju, yang terlihat dari banyaknya kuil, pagoda, dan patung Buddha yang tersebar di seluruh kota.

Keberadaan agama Buddha juga mempengaruhi seni, arsitektur, dan kebudayaan Gyeongju, menjadikannya salah satu pusat kebudayaan Buddha yang paling penting di Asia.

4. Pagoda, Kuil, dan Arca Buddha

Salah satu ciri khas Gyeongju adalah banyaknya pagoda, kuil, dan arca bercorak Buddha yang ditemukan di sepanjang kota. Keberadaan struktur-struktur ini mencerminkan betapa pentingnya agama Buddha bagi masyarakat Silla.

Kuil-kuil seperti Bulguksa dan arca-arca seperti patung Buddha Seokguram adalah contoh terbaik dari seni dan arsitektur Buddha yang berkembang di Gyeongju.

Kuil Bulguksa, misalnya, adalah salah satu kuil Buddha paling terkenal di Korea dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pagoda-pagoda yang ditemukan di sekitar Gyeongju juga menunjukkan keahlian arsitektur yang luar biasa dan menjadi simbol dari spiritualitas yang mendalam yang dimiliki oleh masyarakat Silla.

5. Kuil Bulguksa: Salah Satu Keajaiban Dunia

Kuil Bulguksa
Foto: Muneeb Babar/Pexels

Kuil Bulguksa adalah salah satu dari 7 Keajaiban Dunia Kuno di Korea. Didirikan pada abad ke-8 selama masa Kerajaan Silla, kuil ini dianggap sebagai puncak dari arsitektur Buddha Korea.

Baca Juga:  7 Fakta Unik Banyuwangi, Dari Sejarah Kerajaan Blambangan hingga Mitos Sri Tanjung

Kuil ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol kekuatan spiritual dan kebudayaan Silla.

Bulguksa terkenal dengan keindahan arsitektur dan ukirannya, termasuk dua pagoda utama, Dabotap dan Seokgatap, yang merupakan karya seni yang luar biasa.

Kuil ini telah melalui berbagai restorasi dan pemugaran, tetapi tetap mempertahankan keaslian dan keindahannya, menjadikannya salah satu destinasi wisata paling populer di Korea Selatan.

6. Tumuli: Kuburan Keluarga Kerajaan Silla

Salah satu fitur unik dari Gyeongju adalah keberadaan tumuli atau gundukan bukit yang berfungsi sebagai kuburan bagi keluarga kerajaan Silla. Lebih dari 150 tumuli tersebar di seluruh kota, dan banyak dari mereka masih belum digali.

Tumuli ini adalah tempat peristirahatan terakhir bagi raja-raja dan bangsawan Silla, dan di dalamnya sering ditemukan artefak berharga seperti perhiasan emas, senjata, dan keramik.

Penggalian di beberapa tumuli telah mengungkapkan banyak informasi tentang kehidupan dan kematian di masa Silla, serta memberikan wawasan tentang kebudayaan dan tradisi yang ada pada masa itu.

Kompleks pemakaman ini sekarang menjadi salah satu atraksi utama di Gyeongju, dan pengunjung dapat menjelajahi tumuli yang telah digali dan melihat artefak yang ditemukan di dalamnya.

7. Pasukan Elit Hwarang

Gyeongju juga dikenal sebagai tempat lahirnya pasukan prajurit elit yang disebut Hwarang. Hwarang adalah kelompok pemuda bangsawan yang dilatih dalam seni bela diri, strategi militer, dan etika Konfusianisme serta ajaran Buddha.

Mereka memainkan peran penting dalam mempertahankan dan memperluas kekuasaan Kerajaan Silla. Jenderal Kim Yu Sin, salah satu jenderal paling terkenal dalam sejarah Korea, juga berasal dari Gyeongju dan merupakan anggota Hwarang.

Ia dikenal karena perannya dalam menyatukan Tiga Kerajaan Korea di bawah kekuasaan Silla. Makam Jenderal Kim Yu Sin masih dapat ditemukan di Gyeongju, dan dihormati sebagai pahlawan nasional.

8. Seokguram Grotto: Saksi Kekayaan Seni Silla

Seokguram Grotto adalah sebuah gua buatan yang terletak di lereng Gunung Toham, Gyeongju, yang berfungsi sebagai kuil Buddha.

Baca Juga:  10 Fakta Menarik Lyon, Kota Gastronomi yang Menajdi Situs Warisan Dunia UNESCO

Gua ini dibangun dengan material batu granit dan dihiasi dengan patung-patung Buddha serta relief yang menggambarkan berbagai dewa dan bodhisattva.

Seokguram adalah contoh luar biasa dari seni dan arsitektur Silla, yang menunjukkan tingkat keahlian yang sangat tinggi.

Gua ini dirancang untuk menangkap sinar matahari pagi yang menyinari wajah patung Buddha utama, menciptakan suasana yang sangat sakral dan spiritual.

Seokguram Grotto telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan dianggap sebagai salah satu karya seni paling indah yang dihasilkan oleh peradaban Silla.

9. Observatorium Cheomseongdae

Observatorium Cheomseongdae
Foto: Elizabeth Cho/Unsplash

Observatorium Cheomseongdae, yang dibangun oleh Ratu Seondeok, adalah observatorium tertua yang masih ada di Asia Timur. Dibangun pada abad ke-7, Cheomseongdae digunakan untuk mengamati bintang-bintang dan memprediksi musim.

Struktur ini terbuat dari batu granit dan memiliki desain yang unik, dengan 27 lapisan batu yang melambangkan usia Ratu Seondeok saat ia naik tahta.

Cheomseongdae tidak hanya penting sebagai alat ilmiah, tetapi juga sebagai simbol dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa Silla. Observatorium ini masih berdiri kokoh hingga hari ini dan menjadi salah satu landmark paling terkenal di Gyeongju.

10. Gyeongju National Museum

Gyeongju National Museum adalah tempat yang menyimpan lebih dari 150 ribu artefak peninggalan Kerajaan Silla. Museum ini adalah salah satu yang paling penting di Korea Selatan dan menawarkan wawasan mendalam tentang sejarah, budaya, dan seni Silla.

Koleksi museum ini mencakup berbagai artefak mulai dari perhiasan emas, senjata, keramik, hingga manuskrip kuno.

Museum ini tidak hanya menampilkan koleksi artefak yang luar biasa, tetapi juga menyediakan informasi yang mendetail tentang konteks sejarah dan kebudayaan dari setiap benda yang dipamerkan.

Bagi mereka yang tertarik untuk belajar lebih banyak tentang Silla dan Gyeongju, Gyeongju National Museum adalah tempat yang wajib dikunjungi.

Gyeongju adalah kota yang penuh dengan sejarah dan keajaiban arkeologi. Dijuluki sebagai “Museum Tak Berdinding,” Gyeongju menawarkan kesempatan unik untuk menjelajahi warisan kaya Kerajaan Silla yang masih hidup hingga hari ini.

Dari kuil-kuil megah dan tumuli kuno hingga observatorium dan museum yang menyimpan harta karun sejarah, Gyeongju adalah destinasi yang tak terlupakan bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang sejarah Korea dan kebudayaan Asia.

Share it:

Tags

Related Articles